2.1 Pembebanan
Peraturan pembebanan Indonesia untuk gedung tahun 1983 (PPIUG 1983) mengatur tentang semua pembebanan pada bagian gedung meliputi :
2.2 perilaku balok beton bertulang
Daerah tumpuan :
Daerah lapangan :
Beton yang diandalkan adalah kekuatan TEKAN
Baja tulangan diandalkan adalah kekuatan TARIK
Garis netral ialah : garis dimana tidak terjadi tarik maupun tekan atau sama dengan nol.
Suatu struktur yang menerima beban / gaya luar akan mengalami gaya dalam (Fx, Fy, Fz, Mx, My, Mz) yang umumnya secara sederhana untuk 2 (dua) dimensi dikelompokkan menjadi 3 :
Akibat gaya-gaya dalam tersebut, maka struktur harus mampu menahannya.
Pada beton bertulang cara menahannya adalah :
Beton; menahan tekan
Baja; menahan tarik
Baja dan beton menahan lentur dan geser
Beton dan baja bekerja bersama-sama dan tidak bisa dipisahkan :
Apabila dua poin diatas terpenuhi, maka struktur (secara keseluruhan) akan hancur.
2.4 pengaturan beban hidup
Beban hidup yang bekerja pada komponen struktur, diatur menurut ketentuan berikut :
1. Beban hidup dapat dianggap hanya bekerja pada lantai atau atap yang sedang ditinjau, dan ujung-ujung terjauh kolom dapat dianggap terjepit, selama ujung-ujung tersebut menyatu (monolit) dengan komponen struktur lainnya.
2. Pengaturan beban hidup dapat dilakukan dengan kombinasi berikut :
a. Beban mati terfaktor pada semua bentang dengan beban hidup penuh terfaktor yang bekerja pada dua bentang yang berdekatan.
b. Beban mati terfaktor pada semua bentang dengan beban hidup penuh terfaktor pada bentang yang berselang-seling.
2.5 ilustrasi perilaku balok beton
Secara sederhana balok beton yagn menahan gaya luar akan cenderung melentur mengikuti arah bidang momen, sehingga pada serat bagian atas balok akan tertekan (dipikul oleh beton) dan pada bagian serat bawah akan tertarik (dipikul oleh baja tulangan), apabila tidak diberi tulangan atau kekurangan tulangan balok akan retak (crack) mengikuti arah vertical.
Peraturan pembebanan Indonesia untuk gedung tahun 1983 (PPIUG 1983) mengatur tentang semua pembebanan pada bagian gedung meliputi :
- Beban mati atau dead load (D) ialah berat dari semua bagian dari suatu gedung termasuk berat sendiri yang bersifat teteap, dan segala unsure tambahan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari gedung misalnya untuk rangka kuda-kuda, penutup atap (untuk genteng, reng dan usuk = 50 kg/cm2), beban dari plafond, gording, penggantung gording dan ikatan angin. Sedangkan untuk portal meliputi berat sendiri balok, kolom, pelat, spesi, penutup lantai, dinding dan sebagainya.
- Beban hidup atau live load (L) adalah semua beban yang terjadi akibat pemakaian dan penghunian suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang yagn dapat dipindahkan dan atau beban akibat air hujan pada atap; semua beban yang dapat dipindah seperti beban pekerja (minimum sebesar 100 kg/cm2) dan beban yang diakibatkn air hujan maksimal diambil 20 kg / m2. Besarnya beban hidup tergantung dari fungsi bangunan.
- Beban angina tau wind load (W) ialah semua beban yang bekerja pada gedung atau bagian yang disebabkan oleh selisih dalam tekanan baik itu hisapan mampu tekanan.
- Beban lateral / kejut atau horizontal load (H) adalah semua beban kearah horizontal gedung akibat kejut atau hentakan.
- Beban gempa atau earthquake load (E) adalah semua beban yang diakibatkan oleh getaran gempa bumi.
- Beban perubahan suhu atau temperature load (T) adalah beban khusus yang diakibatkan oleh perubahan temperature atau suhu.
2.2 perilaku balok beton bertulang
Daerah tumpuan :
- Tarik; diserat atas
- Tekan; diseret bawah
Daerah lapangan :
- Tarik; diserat bawah
- Tekan; diserat atas
Beton yang diandalkan adalah kekuatan TEKAN
Baja tulangan diandalkan adalah kekuatan TARIK
Garis netral ialah : garis dimana tidak terjadi tarik maupun tekan atau sama dengan nol.
Suatu struktur yang menerima beban / gaya luar akan mengalami gaya dalam (Fx, Fy, Fz, Mx, My, Mz) yang umumnya secara sederhana untuk 2 (dua) dimensi dikelompokkan menjadi 3 :
- Gaya normal (N) identik dengan aksial Fx
- Gaya lintang / geser (D) identik dengan Fy
- Momen lentur (M) identik dengan Mz sedangkan Fz, Mx, dan My bekerja pada struktur 3 (tiga dimensi)
Akibat gaya-gaya dalam tersebut, maka struktur harus mampu menahannya.
Pada beton bertulang cara menahannya adalah :
Beton; menahan tekan
Baja; menahan tarik
Baja dan beton menahan lentur dan geser
Beton dan baja bekerja bersama-sama dan tidak bisa dipisahkan :
- Beton runtuh
- Baja leleh / putus
Apabila dua poin diatas terpenuhi, maka struktur (secara keseluruhan) akan hancur.
2.4 pengaturan beban hidup
Beban hidup yang bekerja pada komponen struktur, diatur menurut ketentuan berikut :
1. Beban hidup dapat dianggap hanya bekerja pada lantai atau atap yang sedang ditinjau, dan ujung-ujung terjauh kolom dapat dianggap terjepit, selama ujung-ujung tersebut menyatu (monolit) dengan komponen struktur lainnya.
2. Pengaturan beban hidup dapat dilakukan dengan kombinasi berikut :
a. Beban mati terfaktor pada semua bentang dengan beban hidup penuh terfaktor yang bekerja pada dua bentang yang berdekatan.
b. Beban mati terfaktor pada semua bentang dengan beban hidup penuh terfaktor pada bentang yang berselang-seling.
2.5 ilustrasi perilaku balok beton
Secara sederhana balok beton yagn menahan gaya luar akan cenderung melentur mengikuti arah bidang momen, sehingga pada serat bagian atas balok akan tertekan (dipikul oleh beton) dan pada bagian serat bawah akan tertarik (dipikul oleh baja tulangan), apabila tidak diberi tulangan atau kekurangan tulangan balok akan retak (crack) mengikuti arah vertical.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar